Nama : M. Hazmiki Akbar
Kelas : IX - B
UAS Praktek TIK
The Guitarist
1. Jimmy Hendrix
Johnny Allen Hendricks atau Jimi Hendrix lahir di King Country Hospital, Seattle, Washington pada 27 November 1942. Sepanjang masa remaja Jimi terus berlatih memainkan gitar. Ia sempat dikeluarkan dari
sekolahnya Garfield High School gara-gara kebandelannya mengganggu para
ceweq. Setelah putus sekolah, ia malah bisa lebih konsen membantu sang
ayah. Dan tentunya ia juga lebih banyak mempunyai waktu untuk mengulik
gitar. Jimi punya kegemaran mendengarkan album milik musisi blues beken
seperti B.B. King, Elmore James dan Muddy Waters, ataupun para rock n'
roller seperti Chuck Berry dan Eddie Cochran. Lagu 'Rock And Roll Music'
dari Chuck Berry termasuk lagu yang paling sering dibawakan Hendrix.
Bahkan kemudian B.B. King memberi penghormatan kepadanya dengan
mengabadikan nama ibu Hendrix, Lucille pada gitar Gibsonnya.

Jimi terus berlatih memainkan gitar. Ia sempat dikeluarkan dari
sekolahnya Garfield High School gara-gara kebandelannya mengganggu para
ceweq. Setelah putus sekolah, ia malah bisa lebih konsen membantu sang
ayah. Dan tentunya ia juga lebih banyak mempunyai waktu untuk mengulik
gitar. Jimi punya kegemaran mendengarkan album milik musisi blues beken
seperti B.B. King, Elmore James dan Muddy Waters, ataupun para rock n'
roller seperti Chuck Berry dan Eddie Cochran. Lagu 'Rock And Roll Music'
dari Chuck Berry termasuk lagu yang paling sering dibawakan Hendrix.
Bahkan kemudian B.B. King memberi penghormatan kepadanya dengan
mengabadikan nama ibu Hendrix, Lucille pada gitar Gibsonnya.
2. John Anthony Frusciante
Ia paling dikenal sebagai mantan gitaris band rock Red Hot Chili Peppers, yang telah bersama selama beberapa tahun dan mencatat lima album studio. Ia telah muncul dalam 5 album studio (Mother's Milk, Blood Sugar Sex Magik, Californication, By The Way, dan Stadium Arcadium).
Frusciante aktif dengan karir solonya, memiliki sepuluh album yang
dirilis atas namanya sendiri, serta dua album yang berkolaborasi dengan Josh Klinghoffer dan Joe Lally dalam Ataxia. Rekaman solonya mencakup unsur-unsur mulai dari experimental rock dan ambient music hingga ke jenis New Wave dan electronica.
Dipengaruhi oleh gitaris-gitaris dari berbagai genre, Frusciante
menekankan melodi dan emosi dalam bermain gitar, menyukai gitar-gitar
antik dan teknik rekaman analog.
Frusciante bergabung dengan Red Hot Chili Peppers pada usia delapan belas tahun, pertama kali muncul dalam album band pada tahun 1989, Mother's Milk. Album kelompok band berikutnya Blood Sugar Sex Magik (1991) merupakan terobosan sukses. Akan tetapi, ia kewalahan oleh popularitas baru band dan berhenti pada tahun 1992. Ia mengasingkan diri dan memasuki suatu periode panjang kecanduan narkoba, di mana ia merilis rekaman solonya yang pertama: Niandra Lades and Usually Just a T-Shirt (1994) dan kemudian Smile from the Streets You Hold (1997). Pada tahun 1998, ia berhasil menyelesaikan rehabilitasi narkoba dan bergabung kembali dengan Red Hot Chili Peppers dalam album Californication (1999). Albumnya To Record Only Water for Ten Days disusun pada tahun 2001. Pada puncak kreatifitasnya, Frusciante merilis enam album solo pada tahun 2004; setiap album dieksplorasi dengan teknik perekaman yang berbeda dan dari berbagai genre. Pada tahun 2009, Frusciante merilis The Empyrean dan terpisah lagi dengan Red Hot Chili Peppers. Frusciante telah memproduksi dan / atau melakukan proses rekaman bersama dengan Wu-Tang Clan, The Mars Volta, George Clinton dan lain-lain.
Raja Jalanan
1. Suzuki RGR 150R
Dengan Mengandalkan teknologi sederhana yaitu SSS (Super Scavenging System ) yang mampu memberikan sensasi tarikan mesin yang luar biasa pada putaran mesin tertentu . SSS adalah teknologi semacam katub-katub udara di sekitar ruang bakar yang memberikan pasokan udara ke ruang bakar yang mengakibatkan lonjakan yang amat drastis pada putaran mesin tertentu yang menghasilkan power yang besar yang mampu menambah kecepatan.
2. Honda NSR 150
Okeiii, sekarang kita tengok dari sisi penampilan. Secara garis besar, TZM 150 merupakan gabungan dari mode motor sport batangan 2 era, kenapa bisa begitu?. Tengok saja pada sektor fairing depan, sudut garis tajam meruncing dengan head lamp serta signal lamp yang menyipit, bisa disimpulkan bahwa design pada fairing depan mengadop modern style layaknya fairing kebanyakan motor sport keluaran era 2000′an keatas. Dan classy style pada motor ini diwakili pada design buritan. Penampakan stop lamp yang membulat dengan mode body yang agak tembem kurang slim, serta design jok yang masih menyatu antara rider dan boncenger sangat kentara dengan tampilan motor-motor sport era 90′an kebawah. So, bisa digaris bawahi bahwa TZM 150 mempunyai cita rasa transisi dari dua era, kerennnn!









